21 June 2026 | Admin SMA KERTAJAYA SURABAYA
Surabaya
– Perkembangan teknologi yang semakin
pesat menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Di
satu sisi, teknologi dan kecerdasan buatan (AI) memudahkan akses informasi dan
pembelajaran. Namun di sisi lain, tidak sedikit anak dan remaja yang kesulitan
mengelola waktu, kehilangan fokus belajar, hingga terlalu bergantung pada gawai
dan media sosial.
Fenomena
ini menjadi perhatian dalam program Kids Vaganza yang disiarkan langsung oleh
Radio Suara Muslim 93.8 FM pada Ahad (14/6). Dipandu oleh Vivi Oktavia,
program tersebut mengangkat tema "Menghafal Al-Qur'an Menjadi Insan
yang Berprestasi dan Adaptif Teknologi" dengan menghadirkan Augustika
Ratna Salsabil, S.T., Bidang Kurikulum SMA Kertajaya Surabaya, serta M.
Sadam Zul Fahmi, Guru Tahfidz SMA Kertajaya Surabaya.
Dalam
perbincangan yang hangat dan inspiratif, kedua narasumber membahas bagaimana
menghafal Al-Qur'an tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menjadi
sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola diri yang
sangat dibutuhkan di era digital saat ini.
Augustika
menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini tidak cukup hanya fokus pada
pencapaian akademik. Sekolah harus mampu mencetak generasi yang memiliki
karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, serta literasi teknologi yang baik.
Menurutnya, keseimbangan antara pendidikan karakter, prestasi akademik, dan
penguasaan teknologi menjadi kunci menghadapi masa depan.
Sementara
itu, Ustadz Fahmi menepis anggapan bahwa teknologi selalu menjadi penghambat
proses belajar dan menghafal Al-Qur'an. Beliau menilai teknologi dapat menjadi
sarana yang sangat membantu jika digunakan secara bijak. Berbagai aplikasi
Al-Qur'an digital, murattal, hingga platform pembelajaran daring dapat
mendukung proses hafalan dan murojaah siswa.
Lebih
lanjut, keduanya menyoroti tantangan terbesar generasi muda saat ini, yaitu
menjaga fokus dan konsistensi di tengah derasnya arus informasi digital. Karena
itu, nilai-nilai Al-Qur'an dinilai penting sebagai fondasi moral agar anak-anak
mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Tak hanya
itu, program ini juga mengulas bagaimana kegiatan menghafal Al-Qur'an dapat
mendorong lahirnya prestasi akademik. Proses menghafal yang membutuhkan
kesungguhan, ketekunan, dan manajemen waktu terbukti membantu siswa menjadi
lebih disiplin, terarah, serta memiliki daya konsentrasi yang lebih baik dalam
belajar.
Melalui
berbagai pengalaman yang dibagikan narasumber, pendengar diajak melihat bahwa
prestasi akademik dan program tahfidz bukanlah dua hal yang saling
bertentangan. Justru keduanya dapat berjalan beriringan dan menjadi bekal
penting dalam membentuk generasi unggul yang siap menghadapi perubahan zaman.
Menutup
acara, kedua narasumber mengajak para orang tua untuk terus mendampingi anak
dalam penggunaan teknologi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an
sejak dini. Dengan sinergi antara keluarga dan sekolah, diharapkan lahir
generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara
spiritual dan siap menjadi pemimpin masa depan di era digital.