07 February 2026 | Admin SMA KERTAJAYA SURABAYA
Lor Omah, Oase Desa di Kaki Gunung Penanggungan yang Menawarkan Tenang dan Rasa
Trawas, Mojokerto — Di tengah padatnya aktivitas dan hiruk pikuk
kehidupan kota, Cafe Lor Omah hadir sebagai ruang pelarian yang menawarkan
ketenangan. Terletak di Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto,
Jawa Timur, kafe ini berdiri di lereng Gunung Penanggungan dan menyuguhkan
suasana pedesaan yang asri dengan sentuhan gaya hidup modern.
Lor Omah,
yang berarti “sebelah rumah”, tidak sekadar menjadi tempat menikmati kopi dan
makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman kembali ke suasana desa. Udara
pegunungan yang sejuk, pemandangan hijau yang menenangkan, serta konsep
tradisional yang hangat menjadikan tempat ini daya tarik baru bagi wisatawan
dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang
Salah satu
pengunjung, Nuri (53), warga Surabaya, mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Lor
Omah memberikan kesan mendalam. Awalnya ia hanya berniat menikmati kopi dan
teh, namun suasana yang ditawarkan membuatnya merasa seperti sedang berlibur di
desa. Menurutnya, kombinasi udara sejuk, pemandangan alam, dan harga menu yang
terjangkau membuat pengunjung betah berlama-lama, baik untuk bersantai maupun
berkumpul bersama keluarga
Selain
panorama alam, Lor Omah juga dikenal dengan sajian kuliner bercita rasa
rumahan. Beberapa menu andalan seperti ayam bakar, urap-urap, dan gurami bakar
menjadi favorit pengunjung. Kenikmatan hidangan tersebut semakin lengkap dengan
sambal terasi khas yang dikenal memiliki rasa kuat dan menggugah selera.
Bagi pencinta kopi
dan teh, Lor Omah menawarkan sensasi menikmati minuman hangat di tengah udara
pegunungan yang segar. Perpaduan antara kebiasaan nongkrong modern dan nuansa
pedesaan yang menenangkan menjadikan kafe ini memiliki daya tarik tersendiri.
Lor Omah
membuktikan bahwa ketenangan dan keindahan alam tidak selalu harus dicari jauh
dari kota. Dengan konsep sederhana namun berkesan, kafe ini layak menjadi
destinasi pilihan bagi masyarakat yang ingin sejenak melepas penat, menikmati
alam, dan merasakan hangatnya suasana desa di kaki Gunung Penanggungan.